Sabtu, 11 Mei 2013

STIMULASI TUMBUH KEMBANG

1. Pengertian
Stimulasi adalah perangsangan dan latihan-latihan terhadap kepandaian anak yang datangnya dari lingkungan luar anak (Mursintowarti, 2002). Stimulasi ini dapat dilakukan oleh orang tua, anggota keluarga atau orang dewasa lain di sekitar anak.
Stimulasi adalah perangsangan yang datangnya dari lingkungan di luar individu anak (Soetjiningsih, 1995). Anak yang lebih banyak mendapatkan stimulasi cenderung lebih cepat berkembang. Stimulasi ini juga berfungsi sebagai penguat. Memberikan stimulasi yang berulang dan terus menerus pada setiap aspek perkembangan anak berarti anak telah memberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Stimulasi merupakan bagian dari kebutuhan dasar anak yaitu asah . Dengan mengasah kemampuan anak secara terus-menerus, kemampuan anak akan semakin meningkat. Pemberian stimulus dapat dengan cara latihan dan bermain. Anak yang mendapat sitimulus terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang mendapatkan stimulus
.
2. Prinsip Stimulasi
Dalam melakukan stimulasi, harus menggunakan prinsip sbb;
l Sbg ungkapan rasa cinta & sayang, bermain bersama anak sambil menikmati kebahagiaan bersama anak
l Bertahap & berkelanjutan, serta mencakup 4 bidang kemampuan perkembangan ( motorik kasar, motorik halus, bahasa & personal social)
l Dimulai dari tahapan perkembangan yng telah dicapai anak
l Dilakukan dengan wajar, tanpa paksaan, hukuman/bentakan
l Anak selalu diberi pujian
l Alat bantu stimulasi (jika perlu) dicari yang sederhana, tidak berbahaya & mudah didapat
l Suasana dibuat menyenangkan & bervariasi

3. Fungsi Bermain pada Anak
Wong (1995) dalam Nursalam (2005), menjelaskan fungsi bermain sebagai berikut;
a. Perkembangan sensori motor
Perkembangan sensori motor ini didukung oleh stimulasi visual, stimulasi pendengaran, stimulasi taktil (sentuhan) dan stimulasi kinetik.
Stimulasi visual merupakan stimulasi awal yang penting pada tahap permulaan perkembangan anak. Anak akan meningkatkan perhatiannya pada lingkungan sekitar melalui penglihatannya. Oleh karena itu orang tua sangat disarankan untuk memberikan mainan berwarna- warni pada usia tiga bulan pertama.
Stimulasi pendengaran (stimulus auditif) sangat penting untuk perkembangan bahasanya.
Memberikan sentuhan (stimulus taktil) yang mencukupi pada anak berarti memberikan kasih sayang yang diperlukan oleh anak. Stimulus ini akan memberikan rasa aman dan percaya diri pada anak sehingga anak akan lebih responsif dan berkembang.
Stimulus kinetik akan membantu anak untuk mengenal lingkungannya yang berbeda.
b. Perkembangan kognitif (intelektual)
Anak belajar mengenal warna, bentuk/ukuran, tekstur dari berbagai macam objek, angka dan benda. Anak belajar utuk merangkai kata, berpikir abstrak dan memahami hubungan ruang seperti naik, turun, dibawah dan terbuka.
c. Sosialisasi
Sejak awal masa anak-anak, bayi telah menunjukkan ketertarikan dan kesenangan terhadap orang lain, terutama terhadap ibu.
d. Kreativitas
Tidak ada situasi yang lebih menguntungkan/ menyenangkan untuk berkreasi dari pada bermain. Anak-anak dapat bereksperimen dan mencoba ide-idenya.
e. Kesadaran diri
Dengan aktivitas bermain, anak akan menyadari bahwa dirinya berbeda dengan yang lain dan memahami dirinya sendiri. Anak belajar untuk memahami kelemahan dan kemampuannya dbandingkan dengan anak yang lain. Anak juga mulai melepaskan diri dari orang tuanya.
f. Nilai- nilai Moral
Anak mulai belajar tentang perilaku yang benar dan salah dari lingkungan rumah maupun sekolah. Dengan mengenal lingkungan anak akan berinteraksi yang akan memberikan makna pada latihan moral. Mereka mulai belajar mentaati aturan.
g. Nilai terapeutik
Bermain dapat mengurangi tekanan atau stress dari lingkungan, anak dapat mengekspresikan emosi dan ketidakpuasan atau situasi sosial serta rasa takutnya yang tidak dapat diekspesikan di dunia nyata.

4. Alat Permainan Edukatif
Alat permainan edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak sesuai usia dan tingkat perkembangannya dan berguna untuk pengembangan aspek fisik, bahasa, kognitif dan sosial anak (Soetjiningsih, 1995). Bermain aktif merupakan aktivitas bermain yang membuat anak memperoleh kesenangan dan yang dilakukan sendiri, misalnya :
  1. mengamati atau menyelidiki (exploratif play), misalnya memeriksa, memperhatikan, mencium,menekan dan kadang berusaha membongkar alat permainan
  2. membangun (constuction play), misalnya menyusun balok-balok menjadi bentuk rumah, mobil, bangunan gedung dll.
  3. Bermain peran (dramatic play), misalnya bermain sandiwara, rumah-rumahan dan boneka
  4. Bermain sepak bola, bola voli, dll
5. Jenis Permainan
Alat permainan merupakan salah satu alat untuk menstimulasi perkembangannya sehingga harus disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. Bermain diawali dari yang sederhana sampai yang kompleks. Berdasarkan isinya, bermain dapat dibedakan menjadi permainan yang berhubungan dengan orang lain (social pleasure play), permainan yang berhubungan dengan kesenangan (sense pleasure play), permainan yang hanya memperhatikan saja (unocupid behavior) dan permainan ketrampilan (skill play).
Berdasarkan karakteristik sosial, bermain merupakan interaksi antara anak dan orang dewasa yang dipengaruhi oleh usia anak. Tipe permainannya diantaranya permainan dengan mengamati teman-temannya bermain (onlooker play), permainan yang dimainkan sendiri (solitary play), permainan bersama teman tanpa interaksi ( pararrel play), permainan bersama tanpa tujuan kelompok ( associative play), dan permainan dengan bermain bersama yang diorganisir (cooperative play). 

 
Contoh Stimulus yang dapat diberikan pada anak usia kurang dari 1 tahun
USIA
STIMULUS VISUAL
STIMULUS AUDITIF
STIMULUS TAKTIK
STIMULUS KINETIK
0 – 3 BULAN
Onjek warna terangdi atas tempat tidur
Mengajak bicara
Mendengarkan musik lonceng
Membelai, menyisir, menyelimuti
Berjalan-jalan
4 – 6 BULAN
Menonton TV, mainan warna terang yang dapat dipegang
Mengajak bicara
Panggil namanya
Bermain air
Berdiri pada paha orang tua
Membantu tengkurap,duduk
7 – 9 BULAN
Menonton TV, mainan warna yang terang dan dapat dipegang
Bermain ciluk ba
Panggl namanya
Ajari memanggil orangtuanya
Memberitahu yang sedang dilakukan
Mengenal bebagai tekstur
Bermain air
Membantu tengkurap di lantai
Latih berdiri
Permainan tarik dorong
10 – 12 BULAN
Ajak ke tempat ramai
Kenalkan gambar
Suara binatang
Menyebutkan bagian tubuh
Merasakan hangat/dingin
Memegang makan sendiri
Permainan tarik dorong
Bersepeda



Referensi 
Depkes RI. Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kemban Anak. Jakarta,2007
Dompas R. Buku Saku Bidan Ilmu Kesehatan Anak, EGC : Jakarta,2010
Hurluck, EB.  Perkembangan Anak Jilid . Erlangga : Surabaya, 1997
Sekartaji, B. 101 Permainan Edukatif Untuk Anak. Pustaka Widyatama, Jakarta:2009
Soetdjiningsih. Tumbuh Kembang Anak, Jakarta : EGC, 2000
Sorwono J.2006. Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif, Graha Ilmu, Jakarta ,2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar